Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu awal Juni 2024 melaunching atau meresmikan kick off gerakan nasional intervensi serentak pencegahan stunting. Bengkulu merupakan satu satunya provinsi yang mencanangkan aksi intervensi serentak untuk seluruh daerah kabupaten dan kota yang akan berlangsung pada Juni tahun ini.

Gerakan itu sebagai upaya mengatasi stunting melalui pencegahan sejak dini kepada kelompok berisiko stunting seperti remaja, catin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan balita," kata Asisten II Setdaprov RA. Denny dalam sambutannya pada Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, di Bengkulu, Senin.

"Pencegahan stunting harus dilakukan secara masif oleh semua pihak dan tepat sasaran kepada keluarga berisiko sehingga kerja dilapangan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM)".

Ia mengatakan, intervensi terhadap kelompok risiko stunting tersebut agar dapat dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat agar mengambil peran intervensi masing-masing.

"Tidak dapat dilakukan hanya beberapa institusi. Ini harus dilakukan secara bersama-sama dan tepat sasaran. Libatkan pemerintahan desa dalam mengintervensi stunting. Selain Pemdes memiliki ruang yang cukup dalam pendekatan kepada masyarakat, juga desa memiliki dana desa untuk mengintervensi secara nyata dan harus tepat sasaran," ujarnya berulang.

Sejumlah ketua TPPS kabupaten dan kota di Bengkulu hadir pada Kick Off Gerakan Nasional Intervensi Stunting 2024 yang di perkuat sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu menghadiri acara tersebut.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Zamhari, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan, kenaikan angka stunting pada 2023, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk pencapaian target sebesar 12,55 persen pada 2024. Oleh karena itu perlu aksi bersama mencegah stunting yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta lembaga masyarakat dan praktisi. 

"Contohnya kegiatan intervensi serentak secara nasional baik provinsi maupun kabupaten/kota yang diselenggarakan pada hari ini. Menjadi aksi nyata terhadap pencegahan stunting," kata Zamhari.

Intervensi serentak pada Juni tahun ini, BKKBN Provinsi Bengkulu akan mengerahkan tim pendamping keluarga sebanyak 5601 orang, penyuluh kb/petugas lapangan keluarga berencana sebanyak 321 orang, satgas stunting provinsi sebanyak empat orang dan technical assistant satgas percepatan penurunan stunting kabupaten/kota sebanyak 10 orang untuk memaksimalkan pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, dan balita.

Dikatakan Zamhari, guna akselerasi percepatan penurunan angka stunting tahun 2024, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian penting dan fokus. Fokus kepada sasaran yang super prioritas yaitu ibu hamil dan bayi sampai usia dua tahun. Fokus pada wilayah garapan terutama yang kondisi keluarga resiko stuntingnya banyak atau prevalensi stuntingnya tinggi.

Dan adanya pengawalan hasil penimbangan serentak oleh TPPS di berbagai level dan TPK. Optimalisasi kolaborasi percepatan penurunan stunting di seluruh lintas OPD baik di provinsi atau kabupaten/kota. Serta perlu adanya pemberian bantuan termasuk pangan tepat sasaran kepada keluarga berisiko stunting. 

"Optimalisasi penggunaan dana DAK Kesehatan untuk PMT lokal dan dana BOKB khusus stunting. Hingga pada intervensi perubahan perilaku yang terus digalakkan secara terstruktur, sistematik dan masif di masyarakat," ujar Zamhari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Moch. Redhwan Arif, S.Sos., M.PH mengatakan, intervensi secara serentak dan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu pada Juni tahun 2024 sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting yang bertujuan agar menurunnya jumlah balita stunting baru.

Gerakan serentak ini untuk mempertegas implementasi dari 10 aksi RAN Pasti yang diantaranya intervensi dengan memastikan telah dilakukan pendataan seluruh catin, bumil dan balita serta memastikan dilakukannya edukasi terhadap balita, ibu hamil dan calon pengantin dengan mengukur dan skrining.

Ia mengharapakan dengan aksi serentak ini agar semua balita bermasalah gizi dan bumil KEK serta catin yang memiliki masalah kesehatan dapat tertangani. Hal tersebut tentunya dengan memastikan alat antropometri terstandar dan tersedia di Posyandu serta mendukung penuh pelaksanaan 10 kegiatan pasti intervensi serentak pencegahan stunting. 

"Selain itu, TPPS Provinsi Bengkulu juga akan melaksanakan kegiatan lintas sektor dengan menggandeng unsur pentahelix dalam pencegahan stunting dengan menekankan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat," demikian Kadis Kesehatan. (irs)

Post A Comment: