Bengkulu – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu mengambil langkah tegas untuk memastikan kejujuran dalam setoran retribusi parkir dengan menyiapkan petugas khusus. Langkah ini bertujuan untuk mencegah juru parkir nakal yang mengurangi pendapatan yang harus disetor ke bank.


Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Eddyson, mengungkapkan bahwa kontrol ketat diperlukan karena banyak juru parkir yang tidak menyetorkan jumlah penuh yang seharusnya. "Kalau tidak kita kontrol, banyak juru parkir yang bermain. Misalnya, target Rp1 juta, tetapi bayar ke kas daerah melalui bank cuma dibayar Rp100-200 ribu," ujarnya.


Temuan ini muncul saat Bapenda melakukan pembukuan pendapatan asli daerah (PAD) dan investigasi di beberapa lokasi parkir. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sebagian setoran digunakan oleh juru parkir untuk kebutuhan sehari-hari.


Untuk mengatasi hal ini, Bapenda telah membentuk petugas khusus yang bertugas mengontrol setoran juru parkir di lapangan. Petugas ini akan memastikan jumlah yang disetorkan ke bank sesuai dengan target yang telah ditetapkan.


"Jangan sampai kebiasaan ini terus berlanjut dan merugikan pemerintah daerah. Sedangkan tarif parkir sudah kita naikkan," kata Eddyson. Tarif parkir baru yang diterapkan adalah Rp2 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp3 ribu untuk kendaraan roda empat.


Jika juru parkir tidak memenuhi target setoran, kekurangan tersebut akan dicatat sebagai piutang. Bapenda juga akan memberikan surat peringatan agar juru parkir bersangkutan membayar sisa setoran pada bulan berikutnya.


Eddyson menegaskan bahwa Bapenda akan mengambil tindakan tegas terhadap juru parkir yang terus melanggar aturan. Sanksi yang diberikan bisa berupa penggantian juru parkir dengan orang yang lebih berkomitmen.


Pemkot Bengkulu menargetkan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp12 miliar pada tahun 2024. Target ini diharapkan dapat tercapai dengan penerapan tarif baru dan pengawasan ketat terhadap setoran juru parkir.

Post A Comment: