Bengkulu - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, telah mengeluarkan pernyataan yang meminta pembatasan kegiatan study tour di sekolah-sekolah. Permintaan ini datang setelah kecelakaan tragis yang menimpa bus study tour SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat.


"Kita meminta pihak sekolah untuk menahan diri agar study tour yang direncanakan ditiadakan. Mengingat ada berita kecelakaan bus study tour," ujar Edwar.


Dalam pernyataannya, Edwar juga mengimbau agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu turut membatasi kegiatan study tour, dengan menyarankan agar kegiatan tersebut dilakukan di dalam provinsi Bengkulu dan memilih lokasi yang aman.


"Tak hanya study tour, Edwar juga mengkritisi agar perpisahan dilakukan secara sederhana di dalam lingkungan sekolah. Karena banyak kegiatan perpisahan yang digelar secara berlebihan dan memberatkan orang tua," tambahnya.


Menyusul pernyataan Edwar, Sekdis Dikbud Provinsi Bengkulu, Syahjudin Burhan, juga menegaskan pentingnya pembatasan kegiatan study tour, terutama yang bertujuan untuk jalan-jalan.


"Kami mengimbau kepada sekolah, pembina, dan guru yang ada jadwal pembelajaran study tour dan study perbandingan agar berhati-hatilah. Selektiflah dalam memilih kendaraan transportasi dan lokasi yang aman dan baik," tambah Syahjudin.


Meskipun demikian, Syahjudin menekankan bahwa sekolah yang menjadikan study tour sebagai pembelajaran masih diizinkan, dengan catatan tetap waspada dan berhati-hati dalam memilih kendaraan, lokasi, dan akses yang aman.


Dalam konteks ini, pembatasan kegiatan study tour menjadi langkah penting dalam upaya mencegah terulangnya kecelakaan serupa yang menimpa SMK Lingga Kencana.

Post A Comment: