Bengkulu - Pada seleksi penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTsN) I Kota Bengkulu tahun ini diduga kuat sarat pungutan liar (pungli) terhadap orang tua calon siswa. 


Pasalnya, Siswa-siswi yang lulus hasil tes seleksi tahun ajaran 2024-2025 tahun ini diduga tidak sedikit meniti praktik curang pada PSB di sekolah naungan Kementerian Agama itu. 


Dugaan tersebut setelah diketahui dari siswa-siswi yang dinyatakan lulus pengumuman hasil tes pada Rabu, 22-Mei-2024 terdapat siswa dengan hasil tidak memuaskan. Salah satu contoh kasus, dua dari tiga siswa-siswi asal sekolah swasta (SDIT) di Kota Bengkulu mengikuti tes pada 3-Mei-2024 yang dinyatakan lulus. Sedangkan hasil tes anak kami mengungguli , baik tes tertulis maupun hafalan ayat-ayat pendek, " kata EM (34) orang tua calon siswa. 


" Tes diajukan lima soal matematika, dan satu soal hafalan ayat pendek. Anehnya, dan bikin kami kecewa mereka yang dengan hasil jawaban rendah malah dinyatakan lulus oleh pihak sekolah. Berdasarkan keterangan ketiga peserta tes dua calon siswa tersebut tidak dapat menjawab soal yang diajukan panitia. 


Saya kecewa atas hasil putusan tersebut. Karena anak saya tidak diterima. Sedangkan anehnya dua peserta tes lainnya dinyatakan lulus.  Sementara, pada proses tes lisan masih unggul jawaban dari anak saya," ungkapnnya kecewa. 


"Saya orangtua calon siswa yang ikuti tes seleksi merasa sangat kecewa atas praktik oknum panitia seleksi di lingkup sekolah tersebut, " ujarnya. 


Hasil tes lisan anak saya AQ  berhasil menjawab dibandingkan dua colon lainnya itu" Dari lima soal yang di ajukan, tiga soal yang berhasil dan berbeda terbalik dengan dua peserta tes lainnya itu. 


Dugaan pungli diperkuat adanya uang tip kepada oknum pihak sekolah yang berkedok uang titipan anak, alias uang jasa dengan nilai bervariasi Rp.250 ribu hingga Rp.500 ribu. Hal itu disebutkan sumber intern di institusi tersebut, bahkan ia minta agar menunggu daftar ulang siswa untuk masuk siswa susulan dengan uang bangku mencapai Rp.3,5 juta. 


Hal ini agar dapat diusut tuntas jika terdapat tindakan yang pungli yang berkedok uang jasa di dunia pendidikan. Konon, kabar berkembang di tengah masyarakat bahwa orangtua calon siswa yang lulus seleksi memberi tip dengan nominal bervariasi.


Sementara itu Ketua Panitia PSB MTsN Muhammad Abdul Aziz saat dihubungi wartawan via cellular di Bengkulu, Kamis, 23/5 mengatakan bahwa ia tidak mengetahui ada dugaan praktik itu. 


" Ada atau tidaknya praktik itu saya tidak tahu pak, karena kami hanya bertugas mengantarkan pada tahap penerimaan siswa hingga pengumuman, " katanya. 


Namun ia minta untuk tanyakan kepada kepala sekolah. Karena hal itu sudah ranah kebijakan pimpinan. 


" Temui saja ibu Diniah selaku kepala sekolah pengambil kebijakan di MTsN I, " ujar Aziz.


Kepala Sekolah Diniah pada Selasa, 28-Mei-2024 tidak ditempat, nanti setelah daftar ulang coba datang lagi, saat ini masih situasi panas kata sumber di sekolah.

Post A Comment: