Bengkulu Selatan - Kantor Sudi Simarmata, S.H., CPM dan Rekan mendampingi DO melaporkan suaminya SS atas kasus menikah siri tanpa izin dengan pelakor AP ke Polres Bengkulu Selatan. Kejadian ini terjadi di Siwak Pakit, Desa Masat, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sudi S Simarmata, S.H., CPM, kuasa hukum, menegaskan bahwa kasus ini harus diproses secara hukum sebagai pengingat dan pembelajaran, tidak hanya bagi pelaku tetapi juga bagi masyarakat. "Dimana ini harus diproses secara hukum, agar menjadi pengigat dan pembelajaran, bukan hanya bagi pelaku tetapi juga bagi publik," ujar Sudi S Simarmata.

Sudi menambahkan bahwa perempuan sebagai seorang istri memiliki kewajiban mendapatkan keadilan dan menjalankan kewajibannya dalam bahtera rumah tangganya.

"Pelanggaran seperti ini, selain melanggar norma hukum dan agama, juga dapat dikenai sanksi sesuai dengan Undang-Undang KUHP Pasal 279 yang mengancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun jika perkawinan disembunyikan atau ditutupi dengan sengaja," terang Sudi S Simarmata.

Selain itu, kasus ini juga memiliki konsekuensi hukum dalam urusan agama. Sudi menambahkan bahwa seluruh pihak yang mengetahui peristiwa ini diharapkan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya untuk memastikan proses hukum berjalan dengan cepat, terutama karena melibatkan perasaan perempuan.

"Jangan ada yang menutupi, kami akan kejar agar keadilan dapat diperoleh klien kami sekaligus menjadi pembelajaran," tutup Sudi S Simarmata, S.H., CPM, selaku kuasa hukum.

Post A Comment: