Jakarta - Menyikapi rencana aksi 'people power' yang digaungkan oleh kelompok-kelompok kepentingan dengan melibatkan buruh dan masyarakat pada 10 Agustus 2023, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Indonesia (PMI) melakukan Deklarasi dan Pernyataan Sikap Menolak 'People Power', di Ciputat, Tangsel, Provinsi Banten, Senin (07/08/2023).

"Kami dari Perkumpulan Mahasiswa Indonesia, terkait dengan rencana People Power pada 10 Agustus 2023, menyatakan sikap menolak", tegas Fitryo Amando, selaku Sekjen PMI asal Provinsi Lampung.

Fitryo Amando menyebutkan, dalam pernyataan sikap PMI ini diikuti para perwakilan mahasiswa dari beberapa provinsi, yakni, Jawa Timur, NTT, NTB, Maluku Utara, Maluku, Papua, Jawa Barat dan Sumatera.

Pernyataan sikap PMI:

1. Menolak rencana Gerakan People Power yang akan dilakukan oleh kelompok kepentingan yang tidak suka dengan pemerintahan Jokowi.

2. People Power atau aksi demo besar-besaran bersama orang banyak yang digaungkan oleh kelompok kepentingan adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir karena melawan konstitusi.

3. Meminta kepada penegak hukum agar menangkap biang kerok dan para provokator Penggagas Issu Makar Gulingkan Jokowi/People Power.

4. Presiden Joko Widodo telah melakukan banyak perubahan memberikan dampak positif yang dirasakan, misalnya pembangunan infrastruktur yang masif untuk kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia.

5. Jadi tidak ada alasan untuk menjatuhkan Jokowi dari kursi Presiden. Kalau memang ingin berkuasa berjuanglah sesuai dengan konstitusi yaitu bertarung pada Pilpres tahun 2024, bukan menebarkan ajakan untuk people power.

6. Karena hal itu nantinya akan membuat kegaduhan di masyarakat karena pendukung presiden Jokowi pasti nya tidak akan tinggal diam dengan ancaman People Power tersebut.

7. Untuk itu, Kami Perkumpulan Mahasiswa Indonesia, serukan kepada masyarakat, buruh, pekerja, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya, mari kita tolak ajakan rencana gerakan People Power.

Post A Comment: