Bengkulu - PT Angkasa Pura II Kantor Cabang (KC) Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menyalurkan Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Sustainable Tourism dengan membuat taman anggrek di area konservasi puspa langka Rafflesia Arnoldi dan Amorphophallus di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (10/8/23).


Executive General Manager PT AP II KC Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Ngatimin K Murtono mengatakan program ini adalah bentuk kepedulian AP II dalam pengembangan pariwisata keberlanjutan. 


Kegiatan penyerahan bantuan TJSL, kata dia, serentak dilakukan di 18 lokasi di wilayah kerja PT Angkasa Pura II dan disiarkan langsung secara daring dan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor MURI.


"Program TJSL ini merupakan dukungan AP II Bengkulu dalam pengembangan Sustainable Tourism bertema Jelajah Negeri Berjuta Pesona untuk pengembangan wisata di kawasan konservasi," kata Ngatimin, saat berkunjung dan menyerahkan bantuan TJSL langsung ke wilayah konservasi milik Holidin.


Pada tahap awal, bantuan TJSL disalurkan dengan nilai proposal Rp35 juta dengan pembuatan taman anggrek dan renovasi papan nama.


Selanjutnya pada tanggal 25 Agustus nanti, AP II akan melanjutkan pemasangan papan nama acrilic pengecoran jalur pembibitan.


"Program TJSL ini akan berlanjut hingga tahun 2024 untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya," kata Ngatimin. 


Dengan adanya program ini, Ia berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke area konservasi serta memulihkan dan meningkatkan nilai ekologis, estetika, maupun pendidikan lingkungan di kawasan tersebut.


Selain itu, AP II juga akan terus berkoordinasi dengan pihak BKSDA dan Dinas Pariwisata daerah untuk melakukan pembangunan program pariwisata ini dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah konservasi.


"Kami berkomitmen mendukung pariwisata berkelanjutan di daerah. Dengan TJSL ini diharap dapat menarik kunjungan wisatawan menuju taman konservasi edukatif flora dan keunikan lingkungan di sekitar kawasan konservasi ini," pungkas Ngatimin.

Post A Comment: