Hukum - Sejumlah warga Kabupaten Bengkulu Selatan sekitar 7 orang mendatangi Mapolda Bengkulu bertujuan melaporkan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi atas dugaan pemalsuan identitas. Laporan tersebut telah Terima oleh Polda Bengkulu dengan bukti Laporan Polisi nomor LP/B/204/V1/2023/SPKT/POLDA BENGKULU. 

Warga yang mengatasnamakan Asosiasi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASB) ini, berharap laporan tersebut ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Dijelaskan perwakilan warga yakni Herman Lupti (45) warga Desa Ketaping Bengkulu Selatan, mereka menduga Bupati Bengkulu Selatan telah melakukan pemalsuan indentitas dengan sengaja, dimana pemalsuan indentitas ini berupa Pemalsuan KTP dan kartu keluarga pada tahun 2022 silam. 

Sekitar April 2022 lalu Gusnan memiliki KTP atas namanya beralamatkan Tangerang. Kemudian pekerjaan sebagai Swasta sedang pada waktu itu Gusnan sudah menjabat sebagai Bupati Bengkulu Selatan, sedang Kartu Keluarga yang dipalsukan oleh terlapor, seharusnya terlapor memliki anak tiga orang akan tetapi KK tercantum di KK memliki anak dua orang, selain itu juga umur anak terlapor juga di palsukan lebih muda dari umur seharusnya. 

"Seharunya pada tahu 2022 itu Gusnan sudah menjabat sebagai bupati, tapi KTPNya sebagai wiraswasta dan beralamatkan Tangerang. Kemudian pada tahun 2023 pak Gusnan kembali ke Bengkulu Selatan mengunakan KTP alamat Bengkulu Selatan sebagai Bupati. Ini kan ada dugaan pemalsuan indentitasnya," sampainya

Dia mengungkapkan, terlapor melakukan pemalsuan Identitas tersebut diduga agar bisa melakukan poligami. Karena diketahui terlapor memiliki dua istri. Dugaan ini bukan tanpa bukti ia menyatakan kalau terlapor memiliki bukti atas poligami yang dilakukan oleh terlapor, atas Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik putusan Nomor 2198/Pdt.G/2022/PA.Tgrs, menjatuhkan putusan dalam perkara Izin Poligami. 

"Maka diduga Pak Gusnan ini memalsukan indentitas, agar bisa melakukan poligami, " Duganya. 

Masih dikatakan Herman Lupti, ia mengetahui kalau terlapor sudah melakukan poligami berawal dari sosial media. Kemudian ia mencari kebenarannya dengan mengakses Google diketahuilah Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik yang menyatakan Terlapor sudah melakukan Poligami. 

"Awalnya kira mengetahui ini dari sosial media. Kemudian kita cari di google diketahui benar kalau pak Gusnan sudah poligami dan identitasnya juga tidak sesuai dengan statusnya sebagai Bupati Bengkulu Selatan," jelasnya. 

Kata Herman Lupti, atas kasus dugaan pemalsuan indentitas ini, ia sudah melaporkan secara resmi ke Polda Bengkulu dan telah menyerahkan beberapa berkas sebagai alat bukti. 

"Laporan kita sudah diterima oleh pihak kepolisian dan kita juga sudah serahkan bukti yang kita miliki. Kami sebagai warga Bengkulu Selatan berharap kasus ini ditindaklanjuti," Harapnya (wij)

Post A Comment: