BENGKULU – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, Jumat (10/02/23) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kunjungan kerja Menteri Pertanian kali ini dalam rangka panen raya di Desa Sari Mulyo BP2 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma pada hamparan padi seluas hektare.

Menteri Pertanian mengajak semua pihak untuk memaksimalkan semua potensi untuk memajukan pertanian dan menjaga ketahanan pangan. 

Disampaikan Mentan, saat ini ketahanan pangan dunia berada pada kondisi rentan terhadap perubahan zaman, adanya perang, dan pandemi. Bila tidak dijaga, maka akan menimbulkan kondisi kelaparan massal. 

“Potensi pertanian di Indonesia sangat besar” ujar pak mentan “bisa dilihat saat pandemi semua sektor merayap diterpa pandemi, hanya pertanian yang tetap tumbuh, saya mengajak Pak Wagub, Bupati dan adik-adik Kasrem, TNI-Polri sama-sama menggerakkan bela negara, dengan kompak menjaga ketahanan pangan kita,” kata Mentan.

Mentan juga berujar bahwa Bengkulu merupakan daerah yang kondisi geografisnya sangat bagus untuk produksi komoditas pertanian, padi bisa mencapai 6-8 ton per Hektar. 

Selain padi lahan yang luas juga bias dioptimalkan untuk komoditas lain seperti kopi dan yang semua yang diusahakan petani harus berorientasi bisnis dan mensejahterakan petani. 

Kondisi kesuburan tanah pertanian juga menjadi perhatian Mentan, “Jangan ketergantungan dengan pupuk kimia” ujar Mentan.

Mentan mengajak para bupati bersama penyuluh lapang praktek langsung membuat Biosaka. Biosaka merupakan booster berasal dari tanaman lokal. Biosaka ini sangat mudah dibuat dan dapat meningkatkan produktifitas atau hasil pertanian dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. 

Selanjutnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyerahkan bantuan benih padi sebanyak 25 Ton kepada petani di Kabupaten Seluma. 

BSIP Bengkulu turut berkontribusi dalam bantuan benih sebanyak 500 kg yang terdiri dari Varietas Inpari 32 dan 39 kepada Kelompok Tani Karya Mukti, Desa BP 2, Kecamatan Sukaraja.  

Di akhir kunjungannya Mentan menyempatkan waktu meninjau tempat penggilingan padi (RMU) sekaligus meresmikan Klinik Agensia Pengendali Hayati (APH) Berkah Organik.

"Semoga produktivitas pangan meningkat dan petani sejahtera," pungkasnya.

Post A Comment: