Bengkulu - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap mendampingi petani sawit di Provinsi Bengkulu mengakses kredit usaha rakyat (KUR) syariah agar naik kelas. 

"Kami mendorong petani memanfaatkan KUR Syariah agar naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi sebagai petani kelas menengah hingga besar," Area Manager PT BSI Tbk Area Bengkulu, Ogi Yogasyara, kemarin.

Ogi mengatakan pihaknya membuka pembiayaan KUR Syariah sejak awal Februari dengan alokasi sebesar Rp1 triliun. Jumlah tersebut sangat diminati hingga saat ini sudah tersalur sekitar Rp10 miliar.

“Peminatnya sangat tinggi, sudah sekitar Rp 10 miliar yang diakses petani dan UMKM,” kata Ogi.

Dijelaskan Ogi, KUR dikhususkan bagi pelaku usaha untuk menambah modal usahanya. Diharapkan melalui KUR, usahanya makin berkembang baik. 

"Total alokasi anggaran KUR 2023 Rp14 triliun. Khusus Aceh mendapat Rp3 triliun. Sebesar Rp11 trilun lagi disebar untuk tiap provinsi lain se Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu," terangnya. 

Bagi petani yang ingin mengakses KUR BSI, lanjut Ogi dapat mengajukan ke 9 kantor cabang (KC) yakni KC Bengkulu S Parman 1, KC Bengkulu S Parman 2, KCP Bengkulu Panorama, KCP Bengkulu Sudirman, KCP Bengkulu Ampera Manna, KCP Curup, KCP Seluma, KCP Bengkulu Argamakmur dan KCP Mukomuko.

"Jadi tak usah takut. Pinjaman modal usaha kami menawarkan bunga nol persen dan bisa tanpa agunan," kata dia.

Namun demikian, sebelum mengajukan KUR BSI 2023 bunga nol persen di Kota Bengkulu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syarat tersebut meliputi usia minimal 21 tahun, memiliki usaha di Kota Bengkulu yang telah berjalan minimal selama 1 tahun, memiliki rekening yang aktif, dan memiliki NPWP.

Selain itu, petani juga perlu mempersiapkan dokumen-dokumen seperti fotokopi KTP, fotokopi NPWP, dan dokumen usaha.

"Setelah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan, baru dapat mengajukan KUR," tukasnya

Post A Comment: