Bengkulu - Seorang petani kelapa sawit di Kota Bengkulu HR mengaku stres setelah bercerai dengan istrinya lebih kurang setengah tahun.

Alhasil, pria yang tinggal di Kelurahan Bentiring ini nekat mengkonsumsi narkotika jenis ganja dan sabu. 

Kepada Polisi HR mengatakan jika mengkonsumsi Narkoba ini dilakukannya setiap hari setelah becerai dengan sang istri.

"Sebagi obat penenang, pak. Makanya saya konsumsi narkoba," katanya saat konferensi pers di Polres Kota Bengkulu, Minggu.

Di tengah kemampuannya mengolah sawit, HR membeli Narkoba dari seorang bandar yang berasal dari luar Kota Bengkulu.

HR ditangkap Polisi saat tengah bertransaksi Narkoba di Jalan S Parman. Saat ini dirinya tidak sadar bahwa gerak-geriknya diintai Polisi yang tengah berpatroli.

Penangkapan terhadap pelaku ini dipimping oleh Kasat Resnarkoba Polresta Bengkulu AKP Khairul Anwar Simatupang Sabtu malam.

"Ketika itu tim mendapati ada seorang pengendara mobil yang gerak geriknya mencurigakan. Hasilnya waktu digeledah ditemukanlah dua peket ganja berukuran besar dan sedang, lima linting ganja, sembilan blok papir dan satu alat hisap sabu alias bong," kata Khairul.

Saat ini pelaku yang sudah diamankan bersama dengan bukti masih diperiksa di gedung Satresnarkoba Polresta Bengkulu. 

"Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dikenakan pasal 114 ayat 1 atau pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara di atas 5 tahun," demikian Khairul.

Post A Comment: