-->
  • Jelajahi

    Copyright © NUSAPEDIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pesona Savana Bekol di Taman Nasional Baluran

    Admin
    06 December 2022, December 06, 2022 WIB Last Updated 2024-06-18T14:08:40Z

    Jawa Timur - Kabupaten Situbundo Jawa Timur memiliki beragam kekayaan alam yag begitu memesona. Termasuk Savana Bekol yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Baluran.


    Savana Bekol memiiki luas sekitar 10.000 hektare. Mengisi sepertiga area TN Baluran yang memiliki luas total 25.000 hektare. Pantas saja Savana Bekol menyandang predikat sebagai savana terluas di Pulau Jawa.


    Savana Bekol dijuluki juga dengan nama Little Africa, ini karena ketika pengunjung masuk ke area TN Baluran, akan ditarik dalam suasana yang mirip dengan Afrika. Indah, luas, kaya sekaligus misterius.


    Bicara Situbondo, tak lengkap rasanya bila tidak dikaitkan dengan Taman Nasional Baluran ini.


    Di dalam mobil hiace, tim JALIN Komunitas Java Series berkoordinasi untuk bergerak perlahan. Di sisi kanan, puluhan rusa dengan anggunnya memandang jalanan di mana kami sedang melintas. Mereka bermandikan semburat matahari yang perlahan mulai terbit.


    Saat itulah nuansa indah sekaligus misterius yang ditawarkan TN Baluran mulai terasa. TN Baluran menjadi surga bagi mereka yang suka dengan kekayaan alam. Tempat ini menjadi rumah bagi 715 jenis flora, 28 jenis mamalia, 234 jenis burung dan 358 jenis ikan.


    Tinggal pilih saja, objek mana yang paling menarik hati untuk diabadikan dalam bidikan kamera.


    Ini pulalah yang dilakukan tim JALIN Komunitas Java Series, bergerak senyap demi mendapatkan jepretan terbaik untuk dipamerkan ke dunia betapa TN Baluran begitu indahnya.


    Bergerak perlahan juga penting dilakukan agar gugusan rusa tidak merasa terganggu dengan kehadiran tim di sekitarnya sehingga aktivitas mengambil foto bisa lebih maksimal.


    Selain itu, kendaraan yang sedang melintas juga tidak berpotensi mencelakakan hewan-hewan liar yang sedang melintas.


    Tak hanya itu, TN Baluran juga menawarkan keindahan matahari terbit dengan cara yang berbeda. Matahari yang menyembur ke savana membuat kecantikannya lebih terasa.


    Untuk itu, bagi kamu yang punya rencana masuk ke lokasi ini, pastikan datang sedini mungkin agar bisa menikmati keindahannya. Atau kamu juga bisa datang di sore hari ketika matahari perlahan mulai terbenam.


    Lokasi


    Taman Nasional ini berada di arah timur ibukota Kabupaten Situbondo. Untuk menuju Savana Bekol, harus menempuh jarak sekitar 70 kilometer. Dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.


    Harga Tiket Masuk


    Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran cukup beragam, tergantung tujuan kedatanganmu. Bila kamu pengunjung umum, berikut adalah harga tiket yang dikenakan:


    Hari Kerja (Senin s/d Sabtu)

    Wisawatan mancanegara – Rp 150.000/orang/hari

    Wisatawan nusantara – Rp 5.000/orang/hari

    Tiket masuk rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang)

    Wisatawan mancanegara – Rp 100.000/orang/hari

    Wisatawan nusantara – Rp 3.000/orang/hari


    Hari Libur


    Hari libur (Minggu dan Hari Libur Nasional) pengunjung umum

    Wisatawan mancanegara – Rp 225.000/orang/hari

    Wisatawan nusantara – Rp 7.500/orang/hari

    Hari libur (Minggu dan Hari Libur Nasional) rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang)

    Wisatawan mancanegara – Rp 150.000/orang/hari

    Wisatawan nusantara – 4.500/orang/hari


    Bagi kamu yang bertujuan untuk rekreasi alam bebas, penelitian, kegiatan sosial, kegiatan religi, snapshot film dan foto komersial, hingga iuran izin pengambilan sampel penilitian (mati/bagian-bagian) memiliki harga yang berbeda. Pastikan tanyakan kepada pihak pengelola terlebih dahulu.


    Menurut Ketua HPI Situbondo, Pak Hary, yang juga turut serta mendampingi perjalanan tim JALIN selama di Situbondo, rekomendasi waktu kunjungan terbaik ke Taman Nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup ini adalah di bulan Oktober.


    Di bulan inilah nuansa Afrika benar-benar terasa di sana. Selain itu, di bulan itu juga hewan-hewan liar sedang memasuki masa kawin sehingga pengunjung bisa menikmati tambahan pertunjukan oleh hewan-hewan jantan yang berlaga.

    *

    Penulis : Efa Butar Butar

    Foto: Andik Hermawan | Miftahudin Mulfi

    Komentar

    Tampilkan

    Iklan