Kota Bengkulu - Rahma Adelia, mahasiswa asal Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengatakan berkat Kartu indonesia Pintar (KIP) Kuliah sangat membantunya untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang dokter.
Ia bercerita bahwa dirinya berasal dari keluarga tidak mampu. Kedua orang tuanya sudah berpisah sejak dia berumur empat tahun. Sejak itu, sang ibu pun menjadi penafkah tunggal.

"Cita-cita saya menjadi dokter, mungkin kalau tanpa KIP Kuliah tidak akan terwujud, karena itu tadi, latar belakang keluarga saya tidak mampu untuk mewujudkan mimpi saya menjadi seorang dokter," katanya saat ditemui di Universitas Negeri Bengkulu, Rabu.

"Alhamdulillah saya ke terima KIP Kuliah dan saya sangat terbantu melanjutkan pendidikan saya," imbuhnya.

Saat ini, Rahma sedang mengenyam pendidikan semester tiga pada program studi pendidikan dokter di Universitas Negeri Bengkulu.

Pimpinan Tinggi Pertama pada Biro Perencanaan, Pembelajaran, dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Bengkulu Titin Rahmawati mengatakan, program KIP Kuliah memang selalu mendapatkan minat yang tinggi dari para mahasiswa.

Terbukti bahwa pada 2022, jumlah pelamarnya mencapai 1.244 mahasiswa. Namun, hanya 732 mahasiswa yang akhirnya disetujui untuk mendapatkan dana bantuan KIP Kuliah.

"Jumlah yang mendaftar lebih besar dari kuota yang diberikan pemerintah, sehingga kami harus betul-betul mendata sesuai dengan kriteria yang diamanahkan," kata Titin.

Ke depannya, Titin berharap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dapat menambahkan jumlah kuota penerima KIP di Bengkulu untuk tahun-tahun berikutnya, sehingga manfaat KIP dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa.

"Provinsi Bengkulu ini termasuk 10 provinsi termiskin di Sumatera berdasarkan data statistik. Sehingga harapan kami, kuota daerah termiskin seperti kita ditambah karena banyak masyarakat yang memerlukan bantuan dana KIP ini," ujar Titin.

"Pengelola juga sangat sulit sekali melakukan review untuk mengurangi sekian mahasiswa, karena kalau dikategorikan, 1.244 pelamar itu sebetulnya layak (menerima KIP)," pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa dalam pengelolaan KIP, Universitas Negeri Bengkulu pada tahun 2021 dinobatkan sebagai Terbaik II Tingkat Nasional Kategori Perguruan Tinggi Akademik.

Post A Comment: