Jakarta - Muhaimin Iskandar menjadi tokoh paling populer diperbincangkan warganet sepanjang November 2022 di Twitter. Sosok yang akrab dipanggil Cak Imin ini menjadi tokoh paling populer karena terlibat kampanye kebijakan pembangunan daerah, terutama di desa-desa bersama sang kakak, Abdul Halim Iskandar yang merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT).

Hasil penelitian Respublica Institute yang diluncurkan Sabtu, 10 Desember 2022 menempatkan Cak Imin sebagai tokoh paling populer diperbincangkan warganet (43 %). Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini jauh mengungguli Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (17 %). Sosok Wakil Ketua DPR ini juga jauh lebih populer ketimbang sejumlah nama menteri, seperti Abdul Halim Iskandar (4 %), Mochamad Basoeki Hadimoeljono (3%), dan Budi Gunawan Sadikin (2 %).

Cak Imin menjadi satu-satunya tokoh politik yang masuk dalam bursa calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2024 menurut sejumlah lembaga survei politik. Ia menjadi sosok yang dibincangkan warganet berdasarkan tagar dan kata kunci populer. Sebanyak 30 tagar dan kata kunci populer atau 2,8 juta percakapan digunakan dalam penelitian berjudul Kemendesa PDTT, Cak Imin, dan Promosi Kebijakan Pembangunan Daerah Populer Diperbincangkan Warganet Sepanjang November 2022 ini.

Popularitas Cak Imin sebagai tokoh populer yang dibincangkan warganet karena disokong oleh tagar dan kata kunci dengan volume percakapan yang besar, yaitu #KebangkitanDesa (141.453 twit) dan ‘Gus Muhaimin’ (71.257). Tagar dan merupakan perbincangan warganet terhadap sosok Cak Imin yang mendukung pengelolaan dana dan pembangunan desa, serta mau mendengarkan aspirasi dari kepala-kepala desa se-Jawa Timur.
 
Tagar #KebangkitanDesa (141.453 twit) dan ‘Gus Muhaimin’ (71.257) muncul ketika Cak Imin menjadi pembicara dalam acara Kemendesa PDTT bertajuk Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 di Madiun, Jawa Timur pada 13 November 2022. Sebagian kecil warganet menggunakan tagar dan kata kunci ini untuk mengekspresi pendapat tentang sosok Cak Imin yang cocok untuk maju sebagai presiden atau wakil presiden dalam Pemilu 2024.
 
“Kehadiran Cak Imin dalam acara Kemendesa PDTT berpotensi memiliki motif politik. Selain karena suara-suara sebagian kecil warganet juga karena nama Cak Imin jauh lebih sering disebut daripada Abdul Halim Iskandar. Padahal nama yang terakhir disebut adalah tuan rumah dan penyelenggara acara Sosialisasi Kebijakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2023”, kata Teguh V. Andrew, peneliti Respublica Institute.
 
Kehadiran Cak Imin dalam acara Kementerian PDTT juga merupakan sebuah kejutan karena sejauh ini dirinya tidak punya rekam jejak dan perhatian khusus pada pengelolaan dana dan pembangunan desa. Hal inilah yang membedakannya dengan tokoh populer lain yang dibicarakan warganet, seperti Thoriqul Haq dan Budi Gunawan Sadikin.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjadi bahan perbincangan warganet melalui tagar #BupatiLumajangEksotik (83.531 twit). Tagar ini membicarakan tentang Thoriqul Haq yang dikenal sebagai sosok yang unik, berani, lugas, dan tanggap menghadapi berbagai persoalan. Ia juga punya perhatian khusus untuk mengembangkan pariwisata lokal di salah satu kabupaten di Jawa Timur itu.
 
Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin juga menjadi bahan perbincangan warganet melalui kata kunci ‘BPJS’ (12.457 twit). Kata kunci ini muncul karena dipicu oleh pernyataan Menteri Budi yang menyebut kaum mampu membebani anggaran BPJS sehingga akan dialihkan ke asuransi swasta. Pernyataan ini menjadi sasaran kritik dari warganet yang menilai pelayanan BPJS sampai saat ini masa penuh persoalan dan jauh dari sempurna.

Kemendesa PDTT dan Terobosan Kampanye Pembangunan Daerah
 
Penelitian Respublica Institute memperlihatkan, pemerintah (52 %) menjadi pusat perbincangan warganet sepanjang 2022. Setidaknya terdapat 8 lembaga yang menyokong dominasi pemerintah. Kecenderungan ini pula yang membuat “Kebijakan Pemerintah” (32 %) menjadi tema yang paling banyak dibicarakan oleh warganet. Lembaga-lembaga pemerintah secara konsisten sejak minggu pertama hingga keempat kerap mengampanyekan sejumlah kebijakan pemerintah.
 
Institusi pemerintah paling populer menjadi pusat atensi percakapan warganet adalah Kemendesa PDTT. Selain karena didongkrak oleh tokoh politik, seperti Cak Imin, Kemendesa PDTT juga melakukan terobosan untuk mengampanyekan program pembangunan daerah. Caranya dengan mempromosikan pariwisata lokal kabupaten-kabupaten di Jawa Timur.
 
Kementerian Desa PDTT memobilisasi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang tersebar di desa-desa untuk mengampanyekan pariwisata lokal di media sosial. Hasilnya, dari hasil penelitian Respublica Institute, muncul 16 tagar tentang pariwisata lokal yang merepresentasikan 537.769 twit. Beberapa tagar populer di antaranya#PonorogoKotaReog (47.682), #JemberKotaKarnaval (47.063 twit), dan #TrenggalekTuronggoYakso (46.366 twit).
 
“Tagar-tagar yang mempromosikan pariwisata lokal ini besar kemungkinan diorganisasi Kementerian Desa PDTT melalui TPP Jawa Timur. Alasannya, 16 tagar populer tentang pariwisata lokal ini selalu menyebut TPP Jawa Timur. Meskipun awalnya merupakan kampanye pembangunan daerah, tapi tagar-tagar populer ini kemudian juga diperbincangkan warganet secara luas”, tutur Teguh.
 
Penelitian Respublica Institute memperlihatkan warganet secara aktif membicarakan pariwisata lokal yang dipromosikan melalui 16 tagar populer. Warganet saling berbagi informasi tentang daerah-daerah wisata di sejumlah Kabupaten di Jawa Timur. Beberapa aspek yang dibahas secara luas oleh warganet, di antaranya objek budaya, lingkungan, komoditas lokal, sejarah, dan religi.
 
Kritik, Apresiasi, dan Pencitraan Diri Kepolisian
 
Institusi lain yang populer diperbincangkan oleh warganet adalah Kepolisian. Selain karena muncul di sejumlah topik percakapan besar, Kepolisian juga diperbincangkan warganet dalam konteks kritik dan apresiasi. Namun Kepolisian juga memproduksi tagar-tagar yang dimobilisasi oleh akun-akun media sosial internal Kepolisian di sejumlah wilayah administrasi.
 
Kritik terhadap kinerja Kepolisian, seperti diperlihatkan oleh penelitian Respublica Institute, muncul dalam percakapan warganet yang menyoal kasus-kasus hukum yang belum terselesaikan. Kritik ini muncul melalui kata kunci ‘Kanjuruhan’ (47.935 twit). Kata kunci ini berisi kecaman terhadap pihak Kepolisian yang terlibat dan tidak becus dalam menyelesaikan tragedi kematian ratusan pendukung tim Arema Indonesia di stadion Kanjuruhan, Malang.
 
Sebaliknya, Kepolisian juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak. Salah satu apresiasi datang dari para penggemar kelompok musik Korean Pop (K-Pop) NCT 127. Sebelumnya Kepolisian sempat menghentikan konser musik hari pertama NCT 127 karena alasan keselamatan penonton. Namun Kepolisian kemudian dianggap warganet bisa mengamankan konser hari kedua yang dihelat di ICE BSD, Tangerang Selatan, seperti tampak dalam kata kunci ‘THANK YOU POLISI’ (13.729 twit).
 
Kepolisian juga gencar mempromosikan peran aparat keamanan dalam sejumlah peristiwa penting. Hal ini terlihat dari promosi Kepolisian dalam menangani bencana alam gempa bumi di Cianjur. Sejumlah tagar dan diproduksi dan disirkulasikan ulang oleh akun-akun media sosial Kepolisian di sejumlah daerah. Tagar dan kata kunci itu, di antaranya ‘Sinergitas Untuk Negeri’ (12.342), #MelindungiMelayaniWarga’ (12.240 twit), #HadirBerikanSemangat (10.888 twit), dan ‘Layanan Warga Terdampak’ (10.381 twit).

Post A Comment: