Bengkulu : Penggunaan aspal karet untuk pembangunan infrastruktur jalan akan mulai dilakukan di Provinsi Bengkulu mulai tahun depan. 

Hal itu disampaikan Pejabat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Farman Ali, saat diwawancarai RRI, Rabu (7/12/2022).

"Untuk kajiannya, itu sudah dan menjadi salah satu inovasi yang dicanangkan Kementerian PUPR. Mudah-mudahan tahun 2023 sudah mulai bisa digunakan," kata Anggota Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia Provinsi Bengkulu ini.

Farman menjelaskan, penggunaan aspal karet ini akan mulai diuji coba di beberapa titik jalan nasional yang telah masuk dalam rencana pembangunan pada bulan Mei-Juni nanti. 

Nantinya, BPJN akan menggunakan 6 persen bahan karet alam padat maupun cair dengan perbandingan 94 persen bahan aspal murni serta bahan baku material lain menjadi aspal karet.

Aspal karet curah kemudian dicampur dengan agregat di fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP). Adapun campurannya adalah 94% agregat dan 6% aspal karet curah. Dari AMP kemudian penghamparan aspal di lapangan dilakukan.

"Secara keilmuan aspal karet adalah teknologi aspal modifikasi yang ditambahkan bahan aditif berupa karet alam. Karet yang digunakan jenis karet alam yang kami ambil dari petani lokal," kata dia. 

Dengan tambahan komponen karet, lanjut Farman, akan menjadikan kualitas aspal karet menjadi lebih unggul daripada aspal murni. Penambahan karet ke dalam aspal juga dapat memperbaiki naiknya titik lunak/lembek, elastisitas, dan kelengketan sehingga aspal menjadi lebih awet.

"Aspal karet memiliki kelebihan dan kekurangan penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan diantaranya yaitu aspal karet dapat mengurangi terjadinya pelepasan butir, karena lebih lengket dengan agregat, sehingga permukaan jalan tidak cepat retak dan berlubang," terangnya. 

Kemudian dari segi harga relatif lebih mahal, sekitar 10–20% dari harga aspal konvensional, namun demikian penggunaan aspal karet dapat memberikan umur layanan 1,5 hingga 2 kali lebih panjang dibandingkan dengan aspal konvensional. 

"Ini berarti aspal karet justru akan menghemat biaya pemeliharaan dan perbaikan jalan yang seringkali sama mahalnya dengan biaya pembuatan jalan baru. Tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pengolahan karet alam menjadi bahan campuran aspal," kata Farman.

Bukan hanya bermanfaat menghemat biaya, namun pemanfaatan karet petani lokal juga akan berdampak pada stabilitas harga karet itu sendiri sehingga dapat berefek pada perekonomian masyarakat Bengkulu.

Post A Comment: