Kalimantan Timur — Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam dari Kota Samarinda, kondisi jalan yang hanya bisa ditempuh dengan mobil double gardan akhirnya petugas Karantina Pertanian Samarinda sampailah di Bara Farm. Sebuah perkebunan Hidroponik yang terletak di tengah hutan di daerah Teluk Pandan, Kutai Timur. 

Lutfi, dia lah pemilik Bara Farm sekaligus pencetus melon Hidroponik pertama di Kalimantan Timur. Dengan lahan seluas dua hektar mampu disulap menjadi beberapa green house yang berisi tanaman Hidroponik. Tak hanya melon, dalam perkebunan Hidroponik tersebut juga terdapat sayuran seperti lselada, sawi, samhong, kangkung, dan juga kale. 

Pohon melon yang dimiliki sekitar 10 ribu batang, dengan 5 jenis varietas yakni Melon torpedo, yolanda, egg borneo, sweet honey, dan sweet cream. Sebelum melon tersebut dipanen, ternyata sudah banyak dipesan oleh peminatnya yang berasal dari Kota Bontang dan sekitarnya. 

"Kami belum mampu untuk menjajal pasar ekspor, karena untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal saja masih sering kekurangan. Saat ini banyak pembeli yang memesan terlebih dahulu meski belum panen agar kebagian melon Hidroponik ini. Semoga kedepannya kami bisa menambah green house lagi agar melon ini bisa ekspor," ujar Lutfi. 

"Benar-benar tidak menyangka ditengah hutan ini terdapat ribuan pohon melon yang sedang berbuah ini, indah sekali," tambah Ida, pejabat Karantina Pertanian Samarinda. 

Saat ini Karantina Pertanian Samarinda terus menggali potensi ekspor komoditas pertanian yang terdapat di Kalimantan Timur. Tujuannya tak lain adalah demi menyukseskan program Badan Karantina Pertanian dan Kementerian Pertanian.

Post A Comment: