Bengkulu - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyebutkan keberadaan daerah yang strategis dinilai banyak memiliki keuntungan untuk berinvestasi. Mulai dari ketersediaan infrastruktur, wilayah strategis hingga bahan baku sumber daya alam yang melimpah membuat Bengkulu layak jadi tujuan investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu, Karmawanto mengungkap investor akan disuguhi banyak peluang untuk menanamkan modalnya di daerah.

Selain sektor pertambangan, lanjutnya, Bengkulu juga memiliki sektor lain yang sangat terbuka untuk dikembangkan. 

"Sektor seperti perikanan di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kaur dan pariwisata di Kabupaten Mukomuko itu belum maksimal tergarap," kata dia, Rabu (26/10).

Selain itu, sektor panas bumi sebesar 1.352 megawatt (MW) di Kabupaten Kepahiang juga belum tergarap.

"Peluang ini memberi keuntungan investasi selain dalam kondisi kedepan kita akan dituntut untuk menghasilkan energi terbaharukan," kata Karmawanto. 

Karmawanto menjelaskan aksesibilitas Provinsi Bengkulu seperti transportasi jalur darat, laut, dan udara Provinsi Bengkulu dinilai mumpuni bagi lalu lintas orang dan barang. 

"Sehingga ini bisa menjadi salah satu alasan bagi investor untuk berinvestasi di Bumi Rafflesia ini," terangnya.

Untuk transportasi darat Bengkulu saat ini sudah memiliki Jalan Tol Sumatera Ruas Bengkulu yang menghubungkan provinsi ini dengan provinsi tetangga, Sumatera Selatan. 

Kemudian Pelabuhan Pulai Baai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang menunjang transportasi laut. Ditambah Bandara Fatmawati dengan jarak tempuh penerbangan Jakarta-Bengkulu yang hanya satu jam kurang.

Keunggulan lain, lanjut Karmawanto, adalah ketersediaan sumber daya listrik yang menurutnya penting untuk pengembangan investasi. Selain memiliki jaringan yang memadai, Bengkulu juga over supply listrik. 

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu pun menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah.

DPMPTSP Provinsi Bengkulu telah menyiapkan kerangka besar dalam menyambut setiap investor yang datang dengan kemudahan-kemudahan. Seperti ketersediaan peta data informasi investasi baik dari sektor pariwisata, pertambangan, perkebunan, dan kelautan perikanan. 

"Kesemuanya sudah tersedia dalam bentuk hardcopy dan softcopy yang jika diinginkan akan mudah diakses," sampainya.

Ia berharap investasi Bengkulu dapat tumbuh meningkat seiring pertumbuhan ekonomi daerah.

Berikut potensi yang masih dapat digarap investor seperti yang dipetakan Pemprov Bengkulu.

Sektor Perkebunan, Provinsi Bengkulu memiliki luasan perkebunan rakyat sampai 208.158 hektare dengan produksi mencapai 7.35.766 hektare. Disusul milik swasta seluas 61.612 hektare dengan produksi 357.109 ton dan perkebunan negara seluas 587 hektare menghasilkan 11.942 ton.

Sektor panas bumi, sebesar 1.352 mega watt tersedia di Kabupaten Rejang Lebong desa Bukit Kaba dan Suban Ayam. Di Kabupaten Lebong desa Tambang Sawah, dan Hulu Lais serta Bukit Daun.

Sektor Perikanan, luas potensi laut 200 mil dengan produksi mencapai 126.217 ton/hektare dan perikanan umum 36.330 hektare dengan produksi 18.150 ton/hektare.

Sektor batuan, cadangan batu gamping sebanyak 600.000.000 ton di Kabupaten Seluma. Batu bara dengan produksi 292.798.192 ton tersebar di empat kabupaten. Lalu logam mulia emas kadar Au 1-4 gram tereka 100.000 ton. 

Sepuluh sub sektor lainnya adalah industri pengolahan minyak sawit dan limbah, pabrik pengalengan ikan, pengembangan proyek investasi perikanan tangkap, dan pengolahan ikan dan limbah ikan di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.

Kemudian industri pariwisata seperti perhotelan hingga jasa pariwisata, industri kepelabuhan, industri sparepart otomotif, industri semen, serta industri kelistrikan dan panas bumi.

Post A Comment: