Jakarta - Dengan menetapkan 9 orang capres di Pemilu 2024 Partai Amanat Nasional (PAN) terlihat pragmatis memain irama politik menjelang tahun 2024. Direktur Eksekutif Aljabar Research & Consulting, Arifki Chaniago menilai PAN lupa ingatan bahwa sedang membangun koalisi dengan KIB sehingga  masih memberikan panggung pada figur lain di luar KIB. 


Menurut Arifki KIB telah memperlihatkan bahwa partai politik memberikan peran kunci dalam politik Indonesia dengan melakukan koalisi lebih awal. KIB telah meletakkan posisi kelembagaan dalam berpartai itu seharusnya. Jika PAN udah mulai merusak narasinya, berarti ada yang salah dengan komitmen tersebut.


" PAN udah akad nikah dengan Golkar dan PPP untuk sama-sama di tahun 2024. Kok masih lirik-lirik istri tetangga dan kasih ruang yang belum menikah ikut dalam cerita pernikahan yaa ", ungkap Arifki 


Arifki mengasumsikan PAN masih belum percaya dengan  narasi yang sudah dibangunnya bersama PPP dan Golkar. Jika memang PAN konsisten di KIB nama capres yang diusung tentu Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, dan Suharaso manoharfa saja. 


Munculnya nama-nama di luar KIB, terlihat PAN sedang menjaring tokoh atau membuka potensi untuk berkoalisi dengan partai lain. Apalagi munculnya nama Anies, Ganjar, dan Puan Maharani. Terbaca sinyal PAN ingin menyebrang dari KIB atau ini investasi PAN untuk semua bakal capres agar bisa  masuk kabinet, jika nanti kalah atau pun menang. 


" Ibaratnya, PAN lagi ternak ikan arwana nih di kolam politik. Ikan yang nanti layak jual dan mahal di pasaran tergantung yang diminati oleh pembeli. Paling tidak sebagai pemilik kolam, PAN udah tahu mana yang kira-kira berpotensi akan laku", tutup Arifki. 

Post A Comment: